Senin, 20 Februari 2012

Makalah Penelitian Kebersihan Lingkungan Sekolah


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktifitas manusia, setiap aktifitas manusia pasti menghasilkan sampah. Jumlah atau volume sampah sebanding dengan tingkat konsumsi kita terhadap barang/material yang kita gunakan sehari-hari. Demikian juga dengan jenis sampah, sangat tergantung dari jenis material yang kita konsumsi.
Oleh karena itu pengelolaan sampah tidak bisa lepas juga dari pengelolaannya terhadap masyarakat. Masalah sampah sudah menjadi topik utama yang ada pada bangsa kita, mulai dari lingkungan terkecil sampai kepada lingkup yang besar. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya penumpukan sampah ini. Namun yang pasti faktor individu sangatlah berpengaruh dalam hal ini.
Perlu kita ketahui juga bahwa sampah ada dua jenis yaitu sampah organik (bisa disebut sebagai sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Sampah basah adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup seperti daun-daunan, sampah dapur, dll. Sampah jenis ini dapat terdegradasi (membusuk/hancur) secara alami. Sebaliknya dengan sampah kering seperti kertas, plastik, kaleng, dll.
Sampah jenis ini tidak dapat terdegrasi secara alami. Sekarang yang menjadi pertanyaan bagaimana untuk menyelesaikan masalah sampah ini terutama membuang sampah pada tempatnya. Dalam hal inilah yang melatar belakangi saya menulis makalah bertemakan ”Membiasakan siswa siswi membuang sampah pada tempatnya” studi kasus di SMA Negeri 9 Malangbong.

1.2.Rumusan Masalah
Mengkaji latar belakang diatas dapat diambil beberapa permasalahan sebagai kajian dari pembuatan makalah ini yakni diantaranya :
1)      Pengertian sampah
2)      Cara Pengolahan sampah
3)      Faktor yang mempengaruhi siswa membuang sampah sembarangan
4)      Solusi membiasakan murid agar membuang sampah pada tempatnya.



1.3.Tujuan Penulisan
Sesuai dengan tugas dan amanat yang diberikan Kepala SMA Negeri 9 Garut  agar para murid membuang sampah pada tempatnya, pembahasan dalam makalah ini bertujuan untuk memotifasi para murid agar menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bersih dari sampah. Serta mengetahui dampak dari membuang sampah sembarangan.

1.4.Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah :
1)      Kami sebagi peneliti menjadi tahu dan sadar akan kebersihan lingkungan khususnya di lingkungan sekolah
2)      Memberikan pengetahuan tentang dampak membuang sampah sembarangan
3)      Akan memberikan kesadaran bagi semua siswa untuk membuang smpah pada tempatnya.

1.5.Hipotesis
·         Perbandingan kesadaran siswa dalam membuang sampah masih tergolong rendah
·         Peran serta guru dalam upaya membiasakan siswa untuk membuang sampah pada tempatnya.
·         Tindakan tegas sebagai motivasi bagi siswa untuk membuang sampah pada tempatnya.













BAB II
KERANGKA TEORI
2.1.Pengertian Sampah
Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembuatan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembuatan manufaktur atau materi berlebihan atau ditolak atau dibuang. (Kamus Istilah Lingkungan, 1994). Sampah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang berwujud padat, baik berupa zat organik maupun anorganik yang bersifat dapat terurai maupun tidak terurai dan dianggap sudah tidak berguna lagi sehingga dibuang ke lingkungan. (Menteri Negara Lingkungan Hidup, 2003).
Segala macam organisme yang ada di alam ini selalu menghasilkan sampah atau bahan buangan. Sebagian besar sampah yang dihasilkan oleh organisme yang ada di alam ini bersifat organik, kecuali sampah yang berasal dari aktifitas manusia yang dapat bersifat organik maupun anorganik. Contoh sampah organik adalah sisa-sisa bahan makanan yang berasal dari tumbuhan atau hewan, kertas, kayu, bambu dan lain-lain. Sedangkan sampah anorganik misalnya plastik, logam, gelas-gelas bekas minuman dan karet. Tempat penampungan sampah yang disebut dengan Tempat Pembuangan Akhir sebaiknya pewadahan sampah dilakukan pemilihan-pemilihan berdasarkan sifat dan jenisnya untuk macam buangan organik dan anorganik. Ini dapat bermanfaat untuk proses daur ulang bahan buangan sehingga menjadi bermanfaat.

2.2. Jenis-jenis Sampah
Berdasarkan komposisinya, sampah dibedakan menjadi dua yaitu :
1.      Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.
2.      Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik, wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton.


2.3.Pengelolaan Sampah
Ada tiga kemungkinan pengelolaan sampah yaitu dikubur, dibakar, dan sanitary landfill. Sistem dikubur yaitu dengan membuat galian pada kedalaman tertentu lalu diberi penadah plastik dan diisi tanah setinggi 0,5 (setengah) meter. Resiko dari sistem ini adalah hancurnya plastik oleh pelarut kimia. Sistem pembakaran dengan suhu yang ditentukan, lama pembakaran dan pencampuran oksigen yang tepat dapat menghancurkan 99% sampah. Asap yang dibentuk diolah lebih dahulu sebelum dibuang ke udara. Resiko sistem pembakaran yang tidak mencapai suhu tersebut adalah timbulnya dioksin yang sangat beracun dan menimbulkan berbagai jenis kanker. Sistem sanitary landfill adalah metode pembuangan akhir sampah dengan metode tertentu sehingga tidak menimbulkan pencemaran dan membahayakan kesehatan. Sistem ini membuang dan menumpuk sampah pada suatu lokasi yang cekung, memadatkan sampah tersebut kemudian menutupnya dengan tanah. Metode ini dapat menghilangkan polusi udara, sedangkan polusi di tanah dan air dapat diminimalisir dengan melekatkan lapisan geotextile untuk mencegah meresapnya air lindi ke air tanah.




















BAB III
PEMBAHASAN DAN HASIL
3.1.Faktor yang mempengaruhi Siswa SMAN 9 Garut
Faktor utama yang membiasakan para murid buang sampah sembarangan adalah tidak terjangkaunya tempat sampah di lokasi atau lapangan tempat bermain saat jam istirahat berlangsung. Kurangnya peringatan yang bersifat tegas dari para guru, sehingga murid merasa membuang sampah sembarangan hal yang lumrah karena pada akhirnya sekolah ada petugas kebersihan yang membersihkannya.

3.2. Dampak Sampah Terhadap Manusia dan Lingkungan
Dari dampak yang luas sampah di berbagai sumber dapat mencemari lingkungan baik lingkungan darat yang dapat ditinjau dari segi kesehatan sebagai tempat bersarangnya dan menyebarnya bibit penyakit, sedangkan ditinjau dari segi keindahan, tentu saja menurunnya estetika (tidak sedap dipandang mata).
Macam pencemaran udara yang ditimbulkan misalnya mengeluarkan bau yang tidak sedap, debu, gas-gas beracun. Pembakaran sampah dapat meningkatkan karbonmonoksida (CO)2, karbondioksida (CO2), nitrogen (NO), gas belerang amoniak dan asap di udara. Asap diudara adalah asap yang ditimbulkan dari bahan plastik ada yang bersifat karsinogen artinya dapat menimbulkan kanker, berhati-hatilah dalam membakar sampah.
3.3. Solusi Membiasakan Siswa SMA Negeri 9 Garut agar Membuang Sampah Pada Tempatnya

Solusi yang tepat untuk anak yang masih belum mengerti akan indahnya kebersihan lingkungan dengan cara memberi contoh yang baik yaitu membuang sampah pada tempatnya oleh kepala sekolah, guru, maupun staf sekolah tersebut. Dengan cara  tersebut siswa yang tadinya tidak tau dan bahkan membuang sampah sembarangansedikit demi sedikit akan terbiasa dengan menirukan sikap guru tersebut.
Pada kenyataanya Siswa lebih banyak menurut pada gurunya dibandingkan orangtuanya. Karena pada guru sifatnya suatu keharusan yang tidak bisa dibantah, sedangkan pada orangtua meskipun dilakukan tetapi sering juga membantah. Solusi lain pada lingkungan sekolah hendaknya disediakan tempat sampah dengan membedakan penggolongan sampah organik dan sampah anorganik.
Agar untuk memberi pengetahuan kepada murid tentang perbedaan sampah tersebut. Dalam menempatkan posisi tempat penyimpanan tong sampah tersebut harus sesuai dengan kebutuhan dan memperkirakan orang yang terdapat disekolah tersebut. Contohnya setiap kelas dan kantor disediakan tempat sampah yang sedang, dilapangan atau tempat terbuka tempat sampah sebaiknya disediakan ukurannya yang besar. Dan dari semua penempatan tempat sampah tersebut harus dapat terjangkau oleh semua orang dalam melakukan aktifitas dilingkungan sekolah itu.





























BAB IV
PENUTUP
4.1.Kesimpulan

Dari pembahasan diatas kesimpulan yang dapat diambil adalah membiasakan Siswa SMAN 9 Garut membuang sampah pada tempatnya dari hal kecil yaitu dengan memberikan contoh yang baik oleh para guru dan juga sesekali memberi pengarahan dan
teguran pada siswa yang terlihat ataupun sering membuang sampah sembarangan.

4.2 Saran
Menyediakan fasilitas yang diperlukan oleh semua pihak dalam sekolah tersebut yaitu dengan menyediakan tempat sampah yang sesuai kebutuhan untuk melakukan aktifitas agar tercipta lingkungan sekolah yang indah, bersih, nyaman, dan bebas sampah.
Dalam pelaksanaan kegiatan pengenalan lingkungan pada siswa-siswi SMA hendaknya setiap mata kuliah Pengetahuan Lingkungan terus diadakan dari tahun ke tahun, karena selain menambah wawasan, pengalaman, pengetahuan bagi para mahasiswa, juga memberikan dampak yang positif bagi masyarakat banyak mengenai kecintaan terhadap alam dan lingkungan.
















DAFTAR PUSTAKA

Kompas, (10 Januari 2004), Sampah Dan Pemerintah. http://www.kompas.com

Wardhana, Wisnu Arya, (1995), Dampak Pencemaran Lingkungan, Andi Offset,
Yogyakarta.

Supardi, I. 1994. LINGKUNGAN HIDUP dan KELESTARIANNYA. Bandung:
Alumni.

Sumaatmadja, H Nursid. 2000. MANUSIA DALAM KONTEKS SOSIAL
BUDAYA dan LINGKUNGAN HIDUP. Bandung: CV Alfabet.






0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo